Semangat Tak Padam, DPD LDII Kabupaten Kebumen Ikuti Asrama Kitab Thoharoh dan Buku Saku Doa Secara Hibrid
Kebumen – Menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat, dan semangat ini terus dijaga oleh DPD LDII Kabupaten Kebumen. Mereka turut serta dalam Asrama Kitab Thoharoh dan Buku Saku Doa, sebuah pengajian intensif yang diselenggarakan oleh Majelis Taujih wal Irsyad DPP LDII di Pondok Wali Barokah, Kediri. Acara ini berlangsung selama lima hari, dari 15 hingga 19 Februari 2025, dan diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia serta luar negeri.
Untuk memastikan lebih banyak warga LDII bisa mengikuti asrama ini, DPD LDII Kabupaten Kebumen menggelar asrama secara hibrid di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Baitussyakur, Gombong, dan Aula Masjid Baitussallam, Mertokondo. Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari para ustaz dan ustazah utusan dari PC dan PAC LDII se-Kabupaten Kebumen dengan antusias mengikuti kajian ini.
Ilmu untuk Diamalkan dan Dibagikan
Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen, H. Gunardi, mengapresiasi semangat para peserta yang rela meninggalkan keluarga dan rutinitas sehari-hari demi memperdalam ilmu agama. “Saya sangat bangga melihat tekad peserta dalam menuntut ilmu. Semoga ilmu yang mereka dapatkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada warga LDII lainnya yang tidak bisa mengikuti asrama ini,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Penasehat LDII Kabupaten Kebumen, Sayyid Raden Hamka Gus Septadi, yang dihubungi melalui telepon, juga mengungkapkan rasa kagum dan bangganya terhadap peserta asrama. “Banyak dari mereka yang sudah berusia lanjut, tetapi semangatnya dalam menuntut ilmu masih luar biasa. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak kalah dalam menimba ilmu agama,” ujarnya.
Belajar dengan Seimbang
Agar tetap segar dan fokus dalam menyerap materi, panitia menyisipkan sesi olahraga futsal setiap pagi dan sore sebelum pengajian dimulai. Kegiatan ini menjadi momen bagi peserta untuk melepas penat sekaligus menjaga kesehatan mereka.
Salah satu peserta, Moh. Nur Hidayat, mengaku meskipun fisiknya terasa lelah, ia sangat bersyukur bisa mengikuti asrama ini. “Belajar di lingkungan asrama seperti ini sangat berbeda. Fokusnya lebih tinggi, ilmu lebih cepat dipahami. Saya berharap kegiatan ini bisa lebih sering diadakan agar kami semakin bertambah wawasan dan pemahaman agama,” ungkapnya.
Antusiasme hingga ke Mancanegara
Menariknya, asrama ini tidak hanya diminati oleh peserta dari seluruh Indonesia, tetapi juga menarik perhatian warga LDII yang berada di luar negeri. Mereka mengikuti secara daring, menunjukkan bahwa jarak bukan penghalang untuk menuntut ilmu.
Dengan semangat dan kebersamaan yang luar biasa, kegiatan asrama ini diharapkan menjadi sumber ilmu dan inspirasi bagi seluruh warga LDII, baik di dalam maupun luar negeri. Tak hanya untuk memperkaya wawasan, tetapi juga sebagai bekal dalam mengamalkan ajaran Islam secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.(udin)
Semangat Tak Padam, DPD LDII Kabupaten Kebumen Ikuti Asrama Kitab Thoharoh dan Buku Saku Doa Secara Hibrid

Semangat Tak Padam, DPD LDII Kabupaten Kebumen Ikuti Asrama Kitab Thoharoh dan Buku Saku Doa Secara Hibrid